Senin, 10 Desember 2012

Jebakan Pujian

CAMPAKKAN DEMOKRASI TEGAKKAN KHILAFAH


Jakarta. Demokrasi atau Khilafah itulah tema yang diusung dalam kegiatan Workshop Ulama dan Takoh LKU DPD II HTI DKI 1 Jakarta yang dilaksanakan Minggu Tanggal 9 Desember 2012 bertempat di kantor DPP Hizbut Tahrir Indonesia Crown Palace Jl. Prof. Soepomo Jakarta. Peserta Workshop berdatangan dari Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan sebagian Jakarta Selatan
Demokrasi atau Khilafah sangat penting.......!!!! demikian ditegaskan oleh ketgua panita Worksho dikarenan masih banyak kerancuan di dalamnya. Ada yang mengatakan bahwa Demokrasi sesuai dengan Islam, Ada yang mengatakan demokrasi memang dari luar Islam tapi tidak apa-apa mengambilnya. Ada yang berpendapat demokrasi memang berasal dari luar Islam dan bertentangan dengan Islam.  Disamping itu ketua panitia juga menyampaikan siap memenuhi undangan dari para peserta untuk menjelaskan Demokrasi atau Khilafah di tempat para peserta berasal.
Kita akan memilih Islam atau Demokrasi....? begitu pernyataan pertama disampaikan Ust rahmat S. Labib kepada para peserta dari kalangan Ulama, apakah kemudian beliau menjelaskan fakta-fakta kerusakan yang terjadi di tengah masyarakat akibat diterapkannya sistem demokrasi seperti terjadinya kemiskinan, kecurangan, meningkatnya pengaruh asing.  Bahkan system demokrasi telah melupakan rakyat yang diwakilinya, karena para wakil rakyat merasa sudah mewakilkan aspirasinya kepada para wakilnya yaitu :
1. Jika rakyat ingin gaji sudah di wakili oleh wakil rakyat
2. Jika rakyat ingin sejahtera sudah diwakili oleh wakil rakyat
3. Jika rakyat tidak ingin miskin sudah diwakili oleh wakil rakyat
Itulah hakekat demokrasi
Beliau juga menjelaskan bahwa Demokrasi sudah salah dari akarnya karena menjadikan kedaulatan (yang berhak membuat hukum) di tangan rakyat, dan pada sesi akhir beliau menyampaikan bahwa Campakkan DEMOKRASI tegakkan KHILAFAH

Minggu, 23 September 2012

Bekerjalah dengan Ilmu | Jamil Azzaini

Bekerjalah dengan Ilmu | Jamil Azzaini

Ir. Jamal Husni, MM: Ingat Masa Lalu

Ir. Jamal Husni, MM: Ingat Masa Lalu

Ingat Masa Lalu

Oleh : Jamal Husni

Pagi ini aku setelah shalat subuh di ajak teman se kamar untuk jalan-jalan pagi keluar, dari pada duduk di dalam pusdiklat terus, maka saya mengiyakan. dan mulailah kami berjalan keluar dari pusdiklat kehutanan Gunung Batu, sesampai di depan pasar Gunung Batu, kami belok kekiri ke arah markas tentara Gunung Batu.  Dalam perjalanan saya ceritakan kepada teman saya namanya Khairul, SP beliau adalah pegawai Dinas Kehutanan Karo Sumatera Utara, bahwa di belakang Komplek Tentara ini ada sebuah sekolah, dimana saya sebenarnya ingin menyekolahkan anak saya ke sanan nama sekolahnya Insantama, tapi apa daya anak saya tidak jadi disekolahkan di sana, karena biayanya termasuk mahal berikut dengan uang sekolahnya juga terkategori mahal bagi kami yang dari daerah.

Tapi bukan sekolah itu yang ingin saya ceritakan.  Ketika kami berjalan terus di pinggir jalan pertengahan komplek tentara Gunung Batu, saya melihat ke kanan dan terlihat sebuah Gang yang telah merubah kehidupan saya dari kehidupan pribadi kepada kehidupan berdua dan terus bertambah sampai saat ini, saya sudah menjadi bertujuh semuanya.  Nama Gang itu adalah Gang Pinang, tempat dimana saya dipertemukan dengan seorang Gadis yang sangat Cantik, dan Cerdas yang bernama Rilma Novita, dan sekarang menjadi istri saya dan ibu dari anak-anak saya.  Setiap saya ke Bogor, saya tidak pernah teringat dengan gang tersebut, tetapi pas saya lewat pagi tadi saya betul-betul teringat dengan gang tersebut, bahkan namanya juga masih tertera di depan Gang tersebut dengan tulisan GANG PINANG.

Kisah ini terjadi sekitar bulan Mei Tahun 1998.  Ketika saya bercanda dengan seorang teman bernama Iqri, kebetulan beliau adalah teman satu kos saya sekitar tahun 1994 di Wisma Asy-Syaif gang Bara III Dramaga Bogor.  Ketika beliau datang ke rental tempat saya bekerja, beliau ketika itu sedang mengetik apa gitu, entah laporan, pokoknya mengetik deh... Ketika itu terjadi dialog antara saya dengan Iqri tersebut kira-kira seperti ini  :
Saya   :  Mas, carikan saya istri..!!!
Iqri     :  Kamu serius Mal....!!!
Saya   :  Ya seriuslah mas, masa ndak serius....??
Iqri     :  Apa kriterianya......?
Saya   :  Saratnya dua saja mas, disamping agamanya sudah ok, saya ingin orang cerdas dan kulitnya putih,                                             biar perbaikan keturunan...
Iqri     :Ok.  Nanti saya beritahu ya....

Mas Iqri kemudian melanjutkan kegiatan laporannya di rentalku, dan beberapa saat kemudian, beliau pulang ke rumahnya, dan rumah itu ada di Gang Pinang.  Lebih kurang 15 menit setelah beliau pulang dari rental komputer tampatku bekerja, Mas Iqri menelpon saya dan terjadilah percakapan antara kami kira-kira seperti ini:
Iqri   :  Assalamualaikum, ini mas Iqri
Saya  : Waalaikum Salam, Iya mas....
Iqri    : Mal... kamu masih serius dengan cerita kita di rental tadi....
Saya  :  Seriuslah mas......
Iqri    :  Ini, ada orang ini, kebetulan dia murid istriku, sesuai dengan kriteria dan kebetulan dia orang Padang Juga
Saya  :  Yang benar mas.....
Iqri    :  Iya....
Saya  :  Namanya Novi ya....??
Iqri    :  Iya...., lantas bagaimana...??
Saya  :  Lanjutkan perjuangan mas....
Iqri   :    Ok. lah kalau begitu

Lebih kurang 15 hari, tidak ada saya kontak dengan mas Iqri, dan kebetulan setelah kejadian tersebut rental saya rusak, dan lebih kurang 15 hari tersebut saya berusaha memperbaiki komputer di rental, maklum pada saat inimasih pakai sism server dan sistem LAN, bukan sistem komputer satu-satu seperti sekarang ini.

Setelah komputerku benar, eh mas Iqri menelpon saya kembali, dan terjadilah percakapan, kira-kira seperti ini :
Iqri    :   Assalamualaikum,
Saya  :   Waalaikum salam, mas iqri ya....???
Iqri    :   Iya betul... Mal.... Ini istri saya mau bicara.....
Saya  :  Iya Mas.....  Assalamualaikum Mbak....?
Mbak : Walaikum salam mal..... Mal.... mimpi apa kamu semalam.....??
Saya   :  Ndak mimpi apa-apa kok mbak, karena saya semalam hampir tidak tidur, karena komputerku rusak, tapi alhamdulillah sudah di perbaiki.
Mbak  :  Begini Mal.... mbak sudah menghubungi yang bersangkutan, dan mengatakan Insya Allah......
Saya   : Insya Allah.......?  Apa artinya insya Allah mabak....?
Mbak  : Insya Allah itu artinya iya... dan mau...
Saya    : Alhamdulillah..... terima kasih mbak....
Mbak  : Kapan kamu bisa ke rumah mbak di Gang Pinang dan bertemu dengan yang bersangkutan...??
Saya   : Terserah mbak, kapan saja saya bisa kok.....
Mbak  : Bagaimana kalau hari .... (saya lupa harinya)
Saya   : Ok. Mbak, insya Allah saya bisa mbak
Mbak : Sekarang cobalah telpon yang bersangkutan ya...!!
Saya   : Ok. Mbak. Terima kasih.  Assalamualaikum.

Setelah menelpon itu saya langsung pergi ke telpon umum, dan menelpon calon istriku dan terjadilah percakapan yang intinya, yang bersangkutan bersedia menjadi istriku, dan berjanji untuk bertemu di rumah mas Iqri di GANG PINANG.

Itulah pertemuan pertamaku secara formal dengan calon istriku, di rumah mas Iqri di Gang Pinang, yang aku lewati pas aku lari pagi tadi pagi.  Ternyata Gang itu telah banyak merubah hidupku.  Tapi rasanya saya hanya pernah satu kali ke sana, yaitu ketika saya di pertemukan dengan calon istriku di sana.


Rabu, 19 September 2012

Siapa Diri Kita....???

Oleh : Ir. Jamal Husni, MM


Pada waktu acara Diklat Calaon Kepala KPH diadakan materi pelajaran Bina Suasana Pelatihan, yang menghadirkan pak Sunaryanto dan Pak Agus, keduanya merupakan widyaiswara Pusdiklat Kehutanan Gunung Batu.
Dalam pelajaran ini, kita diajarkan untuk mencairkan suasana, dan membangun keakraban antar peserta, yaitu masing-masing peserta di minta untuk membuat gambar dan menjelaskan artinya, membuat sifat yang positif dalam dirinya dan sifat negative yang ada dalam dirinya, kemudian di ceritakan dan disampaikan kepada seluruh peserya yang hadir, sehingga seluruh peserta mengetahui secara sekilas siapa diri kita sebenarnya.
Gambar yang aku buat adalah sebagai berikut :

Kemudian aku menceritakan bahwa aku adalah seseorang yang mempunyai cita-cita yang tinggi yang jauh di sana yaitu menggapai matahari, tapi untuk mencapai cita-cita tersebut dipenuhi dengan onak dan duri, dan melalui jalan yang terjal dan berliku.
Kemudian aku gambarkan bahwa diriku berkeinginan seperti sebatang pohon beringin yang menjulang tinggi, pohonnya besar, akarnya menghujam ke bumi, namun buahnya kecil, apabila di jatuh tidak akan menyakiti orang yang berada di bawahnya.  Dalam falsafah orang Minangkabau di katakakan jadilah engkau seperti Beringin di tangah Koto yang berbatang betul-betul besar, berdaun betul rimbun, berakar betul-betul kuat.  Batang besar tempat bersandar, daun lebat untuk berlindung dari kehujanan dan kepanasan dan uran yang lebar dan kuat tempat duduk.  Artinya dalam filosofi tersebut kita diharapkan menjadi seorang pemimpin yang bijaksana dan mampu melindungi dan menaungi seluruh anggota yang kita pimpin.
Kemudian ada gambar anak-anak kayu yang masih kecil-kecil itu menandakan jumlah anakku yang akan aku ajak menuju cita-cita yang tinggi.
Kemudian masing-masing peserta juga memaparkan gambar yag di buat dan menjelaskan artinya, diantaranya ada yang membuat gambar ikan, membuat gambar batang kayu, membuat gambar mobil, gambar lingkaran, gambar motor dan gambar-gambar lainnya.  Kemudian masing-masing juga memaparkan apa yang ada pada diri mereka dan seperti apa mereka dan sebagainya.
Bagaimana dengan Diri Anda...??

Impian Kepala KPH



Oleh : Ir. Jamal Husni
Pada waktu pelatihan dibuka dengan Bina Suasana Pelatihan, kemudian setelah suasana antara masing-masing peserta sudah cair, maka kemudian di bentuk 4 kelompok yang masing-masing berjumlah 7 orang untuk membuat apa yang mereka khayalkan dan impikan terhadap KPH model yang sesungguhnya, dengan cara mencari gambar yang ada di kertas Koran, kemudian menempelkannya di di atas kertas pelatihan, dan setelah itu menjelaskan arti dari gambar yang mereka buat.  Kebetulan aku ada pada kelompok 4 yaitu dengan membuat gambar sebagai berikut :

Saya ditunjuk oleh teman-teman kelompok 4 untuk menjelaskannya, maka saya menjelaskan sebagai berikut :
  1. Supaya KPH berhasil, maka harus diangkat seorang pemimpin yang betul-betul mumpuni
  2. Seorang pemimpin yang punya visi jauh ke depan, yang tahu betul akan sulit dan jatuh bangunnya pembangunan KPH menuju visi yang besar.
  3. Setelah seorang Kepala KPH mempunyai visi yang jitu, kemudia di komunikasikan kepada masyarakat, dengan cara mendiskusikan, meusyawarahkan dan mengajak mereka ikut secara partisipatif dalam membangun KPH demi kesejahteraan bersama.
  4. Seluruh wilayah KPH akan di bagi habis sesuai dengan fungsi dan keinginan yang pas untuk pengelolaannya.
  5. Setelah Wilayah KPH dibagi habis, maka harus dilakukan analisis terhadap beban kerja yang akan dipikul oleh KPH
  6. Untuk mendukung laju pembangunan KPH tersebut harus di dukung oleh Modal yang kuat terutama dari APBN dan APBD
  7. Kalau perlu KPH di kelola dengan melibatkan berbagai investor baik dalam dan luar negeri.
  8. Salah satu aktivitas utama dalam KPH adalah menanam, sesuai dengan kebutuhan dan menghasilkan, yang berakibat kepada kesejahteraan masyarakat.
  9. Diharapkan KPH yang di bentuk tersertifikasi secara internasional maupun secara nasional, kemudian seluruh hasil yang dikeluarkan dari wilayah KPH juga tersertifikasi sebagai hasil yang legal dan memenuhi standar internasional.
  10. Kalau semua tersebut sudah di jalankan, maka diharapkan masyarakat sejahtera, diantara cirinya adalah :
    1. Seluruh daerah yang merupakan satu DAS dengan KPH mampu di aliri dengan air, sehingga kebutuhan pangan masyarakat terjamin, dimana seluruh sawah terairi, dan pertanian berjalan dengan baik dan berkesinambungan.
    2. Mereka dapat membangun rumah, membeli mobil, motor, laptop dan kebutuhan sekunder lainnya.
    3. Merekapun dapat hidup senang dengan membuat hiburan sebagai tanda rasa syukur mereka terhada Allah Swt.

Kelompok yang lain juga menampilkan gambar yang mereka miliki yaitu :


Masing-masing kelompok juga telah menjelaskan sesuai dengan Impian mereka masing-masing.  Tentu impian masing-masing kelompok akan berbeda-beda.
Bagaimana dengan anda....??????



Pembukaan Pelatihan KPH


Oleh Jamal Husni


Slide Pembukaan

Bogor, Dalam rangka meningkatkan pengetahuan calon pengelola KPH di seluruh Indonesia, Kementerian Kehutanan melakukan pelatihan terhadap para pengelolanya,  Pelatihan kali ini merupakan pelatihan angkatan ke III yang diikuti oleh 30 orang peserta. yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh sampai ke Papua.
Acara di buka pada hari selasa tanggal 18 september 2012, sekitar jam 9.00 WIB, oleh Direktur WP3KH Bapak Ir. Is Mugiono, MM.  Dalam arahannya beliau menyampaikan beberapa hal, diantaranya :


Peserta Pelatihan

  1. Undang-undang mengamanatkan kepada kita untuk mengelola hutan berdasarkan fungsi yaitu fungsi konservasi, lindung dan produksi dan semua kawasan hutan tersebut harus terbagi habis dalam pengelolaan di tingkat tapak.
  2. Pengelolaan hutan tersebut harus ada institusi yang mengelolanya di tingkat tapak.
a.       Sampai saat ini belum ada institusi yang layak yag sesuai dengan standard an criteria yang diinginkan.
b.      Supaya kita bisa berimprifisasi dalam membangun hutan ini, maka kita harus tahu seperti apa pengelolaan yang benar, oleh karena itu seluruh calon pengelola KPH harus di didik agar dapat mengelola KPH dengan baik dan  benar.
Ir. Is Mugiono, MM
Direktur WP3KH

3. Setelah institusi ada, maka harus ada organisasinya.
        Yang mengelola hutan menurut undang-undang adalah pemerintah, bukan swasta atau yang lain.
4.  Dalam pengelolan hutan harus memiliki rencana
a.       Sebagai contoh seorang yang memiliki angkot, harus memiliki driver yang baik, harus punya trayek sehingga angkot tersebut berguna bagi pemilik dan bermanfaat bagi masyarakat yang menggunakannya.
b.      Begitu juga dengan KPH yang sudah dibentuk oleh Pemerintah, harus mempunyai pemimpin yang baik dan harus punya rencana yang matang sehingga KPH bermanfaat bagi Negara dan bermanfaat juga bagi masyarakat banyak.
5. Itulah aspek yang harus diperhatikan yaitu : Aspek Wilayah, Aspek Organisasi dan Aspek Rencana
6. Seluruh pengelola KPH yang ada di Indonesia harus dilatih dan bias.

Jumat, 14 September 2012

Bertanggung jawablah terhadap rakyat.


Pada hari ini Jumat tanggal 14 September 2012, saya melaksanakan shalat Jumat di Mesjid yang terletak di komplek perkantor Dirjen PHKA di Bogor, ketika mengikuti khutbah Jumat, saya sangat tertarik dengan apa yang khatib sampaikan diantaranya :

  1. Ustadz tersebut menyampaikan sebuah ayat dari Al-Quran yang bercerita tentang : "Takutlah kamu akan pertemuan antara kamu dengan Allah"
  2. Ayat tersebut turun menurut beliau adalah 20 hari menjelang wafatnya Rasulullah Saw.
  3. Kemudian beliau menceritakan sebuah kisah, ketika Rasulullah sedang berkhutbah di hadapan para sahabat, kemudian beliau berkata : Aku sangat takut nanti ketika bertemu dengan Allah, ada urusan saya dengan kalian semua, dimana aku pernah menzhalimi kalian.  Maka siapa saja yang pernah terzhalimi oleh Aku, maka Aku beri kesempatan untuk melakukan Qishas, sehingga seluruh hutangku kepada umat manusia yang pernah aku pimpin tidak menjadi beban berat bagiku nanti di Akhirat.
  4. Mendengar hal yang demikian, para sahabat sudah merasa waktu perpisahan dengan kekasih Allah sudah semakin dekat, dan mereka berfikir, bahwa tidak mungkin ada kesalahan yang telah di timpakan kepada mereka, kalaupun ada mereka tidak akan menuntut balas.
  5. Akan tetapi ada seseorang budak yang pernah di merdekakan oleh Rasulullah berdiri, dan kemudian berkata : Aku Ya Rasulullah.  Aku pernah engkau zhalimi, maka hari ini aku akan menuntut balas terhadap apa yang engkau lakukan kepadaku.
  6. Mendengar hal yang demikian, para sahabat menjadi geram, kok ada orang yang berkeinginan untuk menuntut balas terhadap Rasulullah.
  7. Kemudian Rasulullah berkata : Apa yang pernah aku sakiti dirimu, maka sang mantan budak tersebut berkata, bahwam aku pernah engkau cambuk dahulu, maka sekarang aku akan mencambuk engkau.
  8. Rasulullah memerintahkan Bilal bin Rabah ke rumahnya untuk mengambil cambuk, dan menyerahkan kepada Rasulullah.
  9. Kemudian Rasulullah menyerahkan kepada mantan budak tersebut untuk melakukan qishas terhadap dirinya.  Namun pemuda itu kemudian berkata, bahwa aku engkau cambuk dahulu sementara aku sedang tidak pakai baju, maka sekarang aku minta engkau untuk membuka bajumu.
  10. Para sahabat menjadi semakin geram, dan bahkan sebagian di antara mereka melompat ketengah dan berkata kepada Rasulullah : Ya Rasulullah biarkanlah kam menjadi penebus atas apa yang engkau lakukan, akan tetapi Rasulullah meminta mereka mundur dan sambil terus membuka bajunya.
  11. Kemudian sang mantan budak tersebut mengayunkan cambuknya untuk mencambuk Rasulullah, akan tetapi yang terjadi adalah sang mantan budak tersebut tidak melanjutkan pemukulan, akan tetapi malah memeluk Rasulullah sambil menangis, kemudian dia berkata : Aku berlaku seperti ini agar aku dapat menempelkan kulitku yang penuh dosa ini dengan kulitmu yang penuh dengan cahaya, semoga dengan menempelnya kulitku dengan kulitmu ini dapat menghapus segala dosa yang ada padaku, 
  12. Kemudian Rasulullah bersabda : Barang siapa yang menempel kulitnya dengan kulitku, maka kulitnya tidak akan disentuh api neraka.
Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari cerita di atas :
  1. Apakah ada pemimpin yang seperti Rasulullah pada hari ini, dimana sang pemimpin tidak ingin melihat rakyatnya sengsara ?, sang pemimpin tidak ingin menzalimi rakyatnya ?, sang pemimpin yang sangat takut kepada Allah ?, Sang pemimpin yang bicara terbuka kepada Rakyatnya untuk menuntut balas terhadap apa yang telah dia lakukan ?
  2. Hari ini banyak pemimpin yang bicara, bahwa dia akan mensejahterakan rakyat, tapi yang terjadi adalah, mereka menzalimi rakyatnya.
  3. Banyak pemimpin hari ini yang tidak sesuai antara perkataan dengan perbuatannya.
  4. Pemimpin hari ini mereka hanya merasa bahwa merekalah yang paling betul, sedang umatnya tidak punya kebenaran sama sekali, bahkan mereka tidak mau menerima kebenaran yang disampaikan.
  5. Rakyat hari ini tidak bisa menuntut balas terhadap apa yang telah di putuskan penguasanya.  Jika rakyat salah, maka mereka akan menghukuminya,  akan tetapi ketika negara yang salam dalam menghukumi rakyatnya, maka rakyat tidak punya tempat untuk menuntut balas.

Kamis, 13 September 2012

RAPAT KOORDINASI KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN



 BOGOR; Dalam rangka memantau dan mengevaluasi perkembangan operasionalisasi  KPH Model, Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Kesatuan Pengelolaan Hutan.  Acara yang dilaksanakan di Hotel Santika Bogor dijadwalkan dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 12-14 September 2012 dihadiri 97 orang dari Kementerian Kehutanan, Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, Para Kepala KPH Model dan Calon KKPH Model, Perguruan Tinggi, Mitra/NGO dan BPKH seluruh wilayah.
Pada malam hari tanggal 12 September 2012, diadakan pertemuan antara seluruh KKPH yang hadir dengan Bapak Direktur Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan Bapak Is Mugiono, dimana pada malam itu Direktur melakukan evaluasi perkembangan kegiatan KPH yang ada di seluruh Indonesia.  Memang di akui bahwa KPH belum berjalan sesuai dengan apa yang di harapkan, akan tetapi kita sudah melangkah untuk menuju perbaikan lingkungan kearah yang kita inginkan.   Direktur juga meminta seluruh KKPH untuk mengisi daftar matrik perkembangan KPH masing-masing, dan mimpi mamasing-masing KKPH, mau kemana dan menjadi apa KPH yang dipimpinnya.
Maksud diselenggarakannya Rakor KPH ini adalah untuk mempercepat operasionalisasi pengelolaan hutan di tingkat tapak, sekaligus sebagai forum diskusi para kepala KPH.  Sedangkan tujuannya adalah untuk 1) Mengidentifikasi isu-isu strategis tentang pembangunan KPH di daerah serta penyelenggaraan pengelolaan hutan pada KPH sampai saat ini; 2) Menilai kinerja setiap pengelolaan KPH; dan 3) Meningkatkan kemampuan Kepala KPH dalam pengelolaan hutan dan keuangannya.
Rakor KPH  dibuka oleh Direktur Jenderal Planologi Kehutanan Ir. Bambang Soepijanto,MM.  Dalam arahannya Dirjen Planologi Kehutanan menyampaikan beberapa hal penting berkenaan dengan pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH)
  1. Agar KKPH dapat menjadi aparat yang cerdas yang mampu mengambil posisi yang tepat dan berani mengambil resiko yang dihadapi;
  2. KPH merupakan faktor pemungkin sebagai solusi tidak adanya pengelolan kawasan hutan di tingkat tapak;
  3. KKPH mampu menjalin komunikasi dengan masyarakat untuk dapat memotret keinginan masyarakat yang memanfaatkan kawasan hutan dalam wilayah KPH;
  4. Adanya pemanfaatan kawasan hutan oleh masyarakat untuk usaha-usaha kehutanan sehingga mampu menjaga keberadaan hutan, merupakan jagawana   sesungguhnya yang dapat menjaga kelestarian hutan.

Dirjen Planologi
Dirjen Planologi me”LAUNCH” Website “Media Informasi KPH” di www.kph.dephut.go.id.  Website tersebut dapat dijadikan sarana informasi pembangunan KPH dan sebagai media menyebarluaskan perkembangan KPH di Indonesia.
Selanjutnya paparan disampaikan oleh 3 pembicara yang dipandu oleh Ir. Haryanto,MS dengan materi-materi yang disampaikan yaitu :
  1. Pembelajaran Pengelolaan Jati Unggul pada KPWN oleh Ir. Hariyono Soeroso,MS
  2. Pembelajaran Pengelolaan Hutan dan Implementasi Pengelolaan Hutan Lestari di Perum Perhutan (di KPH Kebonharjo) oleh Haris Tri Wahjunita,S.Hut
  3. Konsep Pengelolaan Keuangan KPH oleh Dr. Ir. Bramasto Nugroho
Paparan Jati Unggul memberikan inspirasi kepada para KKPH untuk dapat mengembangkan wilayah kelolanya untuk dapat bermitra dengan investor.  Dengan mekanisme kerjasama dengan investor diharapkan dapat sebagai solusi kurangnya pendanaan pembangunan KPH khususnya yang berkaitan dengan penguasaan kawasan hutan dalam wilayah KPH oleh masyarakat.  Konsep JUN (Jati Unggul Nusantara) yang dikembangkan adalah dengan daur umur yang sangat pendek yaitu 5 Tahun.  Tidak Percaya.....???
Buktinya sudah ada.  Setiap orang bisa ikut investasi dengan modal Rp. 7.000.000 untuk 100 batang pohon jati selama lima tahun, dan tiap investor akan mendapatkan 40 batang pohon untuk 5 tahun tersebut, tanpa memiliki resiko apapun.  Dan itu sudah di buktikan.
Pembelajaran dari Perum Perhutani memberikan gambaran bahwa KPH (di luar Jawa khususnya) dalam pengelolaan harus didukung dengan perencaan yang matang.  Adanya kelas umur dan kelas perusahaan sebagai upaya perencanaan yang matang untuk tercapainya tujuan suatu pengelolaan KPH.
Konsep Pengelolaan Keungan KPH  yang disampaikan oleh Dr. Ir. Bramasto Nugroho memberikan gambaran mekanisme keuangan di KPH. Dari beberapa alternatif pengelolaan keuangan antara lain : 1) Pengguna Anggaran (KA); 2 Kuasa Pengguna Anggaran (KPA); 3) Bdan Layanan Umum (BLU); 4) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD); 5) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan 6) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).  Dan berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 memberikan peluang kepada KPH dalam pengelolaan keuangan dalam bentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Selanjutnya dilakukan presentasi dari masing-masing regional, tentang mimpi mereka terhadap KPH yang sedang mereka kelola.  Presentasi disampaikan oleh Regional I di wakili oleh KPH Teki dari Lampung, Wilayah II dari Jawa, Wilayah III dari Kapuas dan Wilayah IV dari Sulawesi.
Kesimpulan saya terhadap rapat tersebut adalah :
  1. Masih banyak pengetahuan yang belum kita miliki dalam operasionalisasi KPH
  2. Seakan-akan pengelolaan KPH itu mudah, pada hal banyak hambatan yang akan di temui diantaranya, bagaimana mekanisme keuangan, pola organisasi, pola koordinasi, bagaimana pembiayaan dan sebagainya
  3. Tapi manfaat pertemuan ini sangat banyak, yang pasti kita semakin tahu dan kemana arah pembangunan KPH yang kita inginkan.

Kamis, 23 Agustus 2012

Renungan 20 Tahun Berpisah


Pada hari rabu tanggal 22 Agustus 2012 diadakan reuni akbar alumni tahun 1992 SMA Negeri Batusangkar yang di adakan di Hotel Pagaruyung II Batusangkar dengan mengambil tema 20 tahun terpisah, silaturrahmi tetap terjaga.

Pada pertemuan tersebut, saya melihat ada rasa kegembiraan yang luar biasa, bahkan di antara kita masih merasa seperti di SMA dulu, masih gadis, bahkan kadang lupa bahwa ternyata anaknya sudah gadis.  Tampilan teman-teman juga menunjukkan seakan-akan mereka semua masih muda, ada yang bergaya bagaikan artis kampung batusangkar, tapi memang ada juga yang biasa-biasa saja.  Ada diantara kita yang sudah berubah, yang dulunya bagaikan anak-anak Tomboy, Preman kampung, sekarang tampilan sudah berubah menjadi para akhwat dan ikhwan.

Dalam rangka reuni 20 tahun ini, dan dalam rangka idul fitri tahun 1433 H ini, maka kepada seluruh teman-teman saya berikan sedikit renungan sebagai pengingat dan sebagai penggugah jiwa kita bersama sebagai berikut :

  1. Pada hari raya idul fitri, sebenarnya hanya diberikan kepada orang-orang yang menang, yaitu orang-orang yang memang berhasil menghadapi pertandinngan selama bulan suci Ramadhan.  Salah satu ciri orang yang menang adalah adanya peningkatkan aktivitas amal dalam kehidupan kita.  Bertambah aktivitas kita dalam mengerjakan kebaikan sesuai dengan tuntunan Allah Swt.
  2. Orang yang menang juga adalah orang yang bertambah kethaatannya kepada Allah SWT. Sebagai contoh saya berikan sebuah ilustrasi kepada kita yang hadir pada saat reuni 20 tahun SMA Negeri Batusangkar yang kita laksanakan pada hari rabu tanggal 22 Agustus 2012 ini, diaman saya melihat tampilan pakaian kita para wanita apakah sudah menutup aurat dengan baik...???
    1. Ada diantara teman-teman yang belum memakai kerudung.
    2. Ada yang memakai kerudung tapi masih berpakaian ketat
    3. Ada yang memakai kerudung tapi tampilannya menggairahkan
    4. Ada yang tampil modis, sehingga memikat mata teman-teman laki-laki.
    5. Ada yang sudah memakai pakaian sesuai dengan tuntutan syariat Islam, yaitu oranng yang memakai kerudung dengan baik dan berpakaian yang lapang dan longgar dan tidak berpenampilan terlalu modis.
  3. Kalau kita hitung umur kita yang hadir pada saat reuni tahun ini adalah berkisar antara 38 - 40 tahun.  Suatu umur yang tidak muda lagi.  Berdasarkan penelitian para ahli pada umur 40 tahun adalah batas umur kita untuk melakukan perubahan yang radikal pada diri kita, sehingga kalau kita tidak melakukan perubahan, maka hampir bisa di pastikan bahwa sampai tua nanti kita tidak akan ada perubahan lagi. Sebagaimana pepatah mengatakan : Ketek Taraja-raja, gadang tabao-bao, Tuo tarubah tido.  Artinya Ketika kita kecil belajar melihat-lihat kalau sudah besar ikut-ikutan lingkungannya dan ketika tua tidak bisa lagi terubah apa yang sudah kita lakukan.
  4. Ingatlah bahwa hidup ini merupakan pilihan bagi kita.  Apakah kita akan berjalan di jalan yang benar dan di ridhai oleh Allah SWT, ataukah kita akan berjalan sesuai dengan kehendak hawa nafsu kita.  Semua itu adalah pilihan hidup kita sendiri, karena Allah sudah berfirman : "Telah aku tunjukkan kepadamu dua jalan" dan dalam firman Allah : "Telah kami pahamkan jalan sesat dan jalan takwa".  Semua kelakukan dan tindak tanduk kita dalam kehidupan ini akan di hisab oleh Allah Swt.
  5. Saya berharap kepada seluruh teman-teman pilihlah jalan hidup yang diridhai oleh Allah SWT, karena itu adalah jalan yang terbaik.  Hanya jalan itu yang akan dapat membawa kebahagiaan kepada kita baik kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
  6. Kalau kita hitung umur kita yang tersisa, saya yakin tidak akan banyak lagi, bisa jadi sisa umur kita tinggal sama banyak dengan umur kita yang ada sekarang, dan bisa jadi tidak sampai dari separoh umur kita yang sekarang.  Bukti telah menunjukkan kepada kita, sebagian teman-teman kita telah mendahului kita.  Kita hanya berharap dan berupaya semaksimal mungkin supaya kita menjadi HUSNUL KHATIMAH.
  7. Untuk  melakukan perbaikan dalam diri kita tersebut, mulai dari hari ini, mari kita belajar Islam kembali, karena hanya itu yang akan menyelamatkan kita.
  8. Terakhir yang ingin saya sampaikan, mudah-mudahab Shilah Ukhuwah diantara kita tetap terjalin walaupun dimanapun kita berada.  Saling ingat-mengingatkan di antara kita harus tetap ada.  Kita harus bersyukur kepada Allah seandainya ada teman kita yang mengingatkan kita, karena itu menunjukka rasa kasih sayangnya kepada kita.
Amin.

Senin, 23 Juli 2012

Kesaksian Hilal

http://konsultasi.wordpress.com/2007/01/18/kesaksian-hilal-yang-bertentangan-dengan-ilmu-astronomi/

MAN JADA WAJADA


Pada hari minggu tanggal 22 Juli 2012, diadakan pertemuan pembentukan Lajnah Khusus Ulama Sumatera Barat yang di laksanakan di Maktab HTI Sumbar, dalam pertemuan tersebut dilakukan fiksasi keanggotaan LKU Sumbar, yang anggotanya adalah :
1. Rozi Saferi, ST
2. Ir. Jamal Husni, MM
3. Slamet Muharmoko, SP, M.Si
4. Taufik, SHi
5. Zulkifli, SPdi

Asdir HTI Sumbar, Ardion Husni, SHi menegaskan bahwa LKU merupakan sebuah Lajnah yang khusus untuk menangani dan mengurus para ulama untuk terlibat aktif dalam perjuangan penegakkan Syariah dan Khilafah serta kalau bisa ikut berjuang bersama dengan syarikah.

Tugas ini sangat berat, karena :

  1. Kita harus sering bertemu dengan para ulama
  2. Kita harus betul-betul mengetahui siapa sebenarnya yang dikatakan ulama.
  3. Ulama yang nota bene adalah orang-orang yang memiliki pemahaman dan keilmuan yang cukup tinggi, yang kadang kala sulit untuk diajak berkomitmen dalam perjuangan, akan tetapi secara ide mereka ketika tersadarkan tidak terlalu berat untuk berkomitmen.
  4. Harus melakukan perobahan pola pikir para ulama, dari kondisi diam hari ini menjadi ulama yang bergerak dan ikhlas di jalan Allah.
Tapi saya masih teringat dengan apa yang dikatakan oleh Buya Abu Dzar pimpinan Pondok Pesantren Al-Ghifari pada tahun 1992 yang silam,waktu itu Beliau sudah berumur lebih dari 90 Tahun.  Ketika itu saya pernah ikut pesantren kilat di Pondok beliau.  Beliau memberikan nasehat kepada saya :
Saya meminta Buya untuk memberikan nasehat kepada saya, kemudian beliau memberi saya nasehat :
  1. SERING-SERINGLAH DUDUK DENGAN PARA ULAMA KARENA ITU AKAN DAPAT MELEMBUTKAN HATI
  2. MAN JADA WAJADA
Alhamdulillah dengan di berinya saya amanah ikut dalam tim LKU sumbar, maka saya akan sering untuk menjalani nasehat dari Buya tersebut yaitu untuk sering-sering bertemu dengan para ulama.  Dan untuk mencapai keberhasilan dalam bertemu dengan para ulama tersebut, maka kita harus senantiasa bersungguh-sungguh dan pantang menyerah.

Jumat, 20 Juli 2012

Bertemu Ulama


Pada hari senin tanggal tanggal 16 Juli 2012, saya bertemu dengan beberapa ulama di jorong Padang Panjang diantarnya adalah H. Zadril Ramli, H. Faisal, H. Dt. Bijo, Muhardi, h. Harmonis dan Wali Jorong.  Pada waktu silaturahmi tersebut saya menyampai sebuah hadits Rasulullah Saw.:

• أخبرنا أبو عبد الله الحافظ ، أخبرني أبو بكر بن عبد العزيز ، قال : سمعت يوسف بن الحسين ، يقول : سمعت ذا النون المصري ، يقول :
 « الناس كلهم موتى إلا العلماء ، والعلماء كلهم نيام إلا العاملون ، والعاملون كلهم يغترون إلا المخلصين ، والمخلصون على خطر عظيم »



Artinya : Manusia seluruhnya mereka akan mati kecuali para ulama, Ulama seluruhnya mereka tertidur Kecuali yang beraktivitas, dan yang beraktivitas semuanya tertipu kecuali yang ikhlas, dan orang-orang yang ikhlas akan mendapat ganjaran/ancaman yang besar.
Ketika saya sampaikan tentang tanggung jawab para ulama dalam mendidik umat, mereka semua tertunduk dan merasa tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dan mereka selama ini sudah beraktivitas semaksimal mungkin dan meyalahkan fakta dan keadaan, seakan-akan mereka sudah pasrah, apa yang akan terjadi- terjadilah.
Maka saya mengingatkan mereka akan tanggung jawab mereka, saya ingatkan teruslah beraktivitas, dan kita akan bahu membahu untuk membangkitkan umat kembali, dan mereka merasa mendapat udara segar dan udara baru sehingga menimbulkan semangat kembali untuk berjuang menegakkan syariat Islam.

Insya Allah akan ada kajian rutin bersama para ulama yang ada di Jorong Padang Panjang Payakumbuh tersebut.

Harapan yang sangat besar memang tertumpang di pundak ulama, jika ulamanya bergerak dan bersatu, maka perjuangan menegakkan syariat Islam akan semakin mudah.

ALLAHU AKBAR

TERUSLAH BERGERAK DAN JANGAN PERNAH BERPUTUS ASA.

Ramadhan Bulan Penegakkan Syariat Islam


Pada hari ini Jumat  tanggal 20 Juli 2012, sebagian besar umat Islam telah melakukan Puasa Ramadhan, berdasarkan hasil rukyat global yang dilaksanakan di berbagai negeri Islam di seluruh Dunia.

Ketika kita memasuki Ramadhan, harapan yang paling tinggi yang seharusnya di harapkan setiap kaum muslimin adalah menjadi orang yang bertakwa, orang yang patuh kepada seluruh perintah Allah dan perintah rasulullah Saw.  dan mereka akan berusaha sekuat tenaga untuk menjauhi segala larangan yang dilarang oleh Allah Swt dan Rasulullah Saw.

Tapi kondisi kaum muslimin hari ini mereka tidak sempurna dalam ketakwaan dan tidak sempurna dalam keimanan mereka, hal ini sangat jelas sekali terlihat, ketika mereka memasuki bulan Ramadhan mereka senantiasa membaca surat Al-Baqarah ayat 183 :
"Wahai orang-orang yang beriman di wajibkan atas kalian berpuasa"

Seluruh kaum muslimin patuh dan taat akan perintah tersebut, seluruh mubaligh di manapun mereka berada menyampaikan ayat tersebut, sehingga semangat kaum muslimin untuk melaksanakan ibadah puasa menjadi terjaga.

Akan tetapi kalau kita membaca ayat dalam surat Al-Baqarah ayat 178 :
"Wahai Orang-orang yang beriman di wajibkan atas kalian Qishash"

Ayat ini tidak pernah di sampaikan, kalaupun pernah sangat jarang sekali terdengar, sehingga akibatnya bagi kaum muslimin mereka tidak merasa ada kewajiban untuk melaksanakan hukum Allah yang jarang disampaikan kepada mereka.

Ini merupakan tanggunng jawab para mubaligh untuk menyampaikan di tengah-tengah umat ini, sehingga keinginan umat menjadi menggebu-gebu untuik melaksanakan seluruh hukum yang diturunkan oleh Allah.  Oleh karena itu umat harus senantiasa disampaikan dan disadarkan akan betapa pentingnya penerapakan syariat Islam.  Seandainya para mubaligh tidak menyampaikan, bagaimana mungkin umat akan tahu dan tergerak untuk melaksanakan seluruh hukum Allah.

Pada hal Allah telah berfirman di dalam surat Al-Baqarah 208 :
"Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian ke dalam Islam secara sempurna"

Perintah ini diperuntukkan kepada seluruh orang yang beriman, tidak peduli mereka itu siapa, betapapun tinggi ilmunya, betapapun tinggi kedudukannya.  Semuanya harus masuk Islam secara sempurna.

Dakwah yang totalitas sangat dibutuhkan oleh umat ini, sehingga keinginan umat untuk menerapkan Islam menjadi semakin gigih, dan upaya penegakkan syariat Islam akan semakin mudah.

MARI BERLOMBA UNTUK MENGKAJI DAN MENDALAMI ISLAM KEMBALI SEHINGGA PENEGAKKABN SYARIAT ISLAM TIDAK HANYA MENJADI SEKEDAR HARAPAN.

Jumat, 13 Juli 2012

Ihtisab di Bulan Ramadhan


Tadi siang saya mendengarkan khatib khutbah jumat di Mesjid Jami' Kandang Lamo.  Dia bercerita tentang aktivitas kita ketika akan memasuki bulan suci Ramadhan.  Beliau membacakan ayat dari Surat Al-Baqarah ayat 183  yang artinya :
"Wahai Orang yang beriman di wajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa".

Berbicara tentang puasa, dan bagaimana puasa, tentu sebagian besar orang sudah mengetahuinya.  Akan tetapi kebanyakan orang tidak mengetahui bagaimana menghitung diri sehingga kita layak untuk mendapatkan ampunannya.

Rasulullah Saw. Bersabda :
"Barang siapa yang mempuasakan bulan Ramadhan, dengan penuh keimanan dan perhitungan, maka akan diampuni oleh Allah Dosa-dosanya terdahulu"

Kita harus menghitung-hitung, apakah amalan Ramadhan kita akan di terima oleh Allah dan kita layak untuk mendapatkan ampunan Allah Swt...?

Dalam suatu khutbah Rasulullah Saw. pernah membaca Amin sebanyak 3 kali, hal itu mengherankan para sahabat, kemudian setelah khutbah selesai, para sahabat bertanya. Ya Rasulullah, kami mendengar engkau mengucapkan Amin sebanyak tiga kali, pada hal kami tidak mendengar ada yang sedang berdoa? Maka Rasulullah menjawab : Tadi ketika aku sedang Khutbah, tiba-tiba datang Malaikat Jibril dan dia berdoa kepada Allah, dan aku yang mengaminkannya. Apa doanya ya Rasulullah ? Rasulullah menjawab :

  1. Ya Allah, jangan Engkau terima puasa orang yang berpuasa pada bulan ramadhan ini, jika seandainya dia tidak meminta maaf kepada Kedua Orang Tuanya
  2. Ya Allah, jangan Engkau terima puasa orang yang berpuasa pada bulan ramadhan ini, jika seandainya seorang istri belum meminta maaf kepada suaminya.
  3. Ya Allah, jangan Engkau terima puasa orang yang berpuasa pada bulan ramadhan ini, jika seandainya sesama muslim belum meminta maaf kepada saudaranya sesama muslim.
Karena kita akan memasuki Bulan suci Ramadhan, maka marilah kita menghisab diri, apakah kita sudah melaksanakan apa yang di Aminkan oleh Rasulullah Saw itu yaitu marilah kita :
  1. Jika kedua orang tua kita masih hidup, mari kita berusaha untuk meminta maaf kepada mereka sehingga seluruh kesalahan kita sudah dimaafkannya.  Jika mereka sudah mendahului kita, maka mari kita bersama-sama mendoakannya.
  2. Marilah kita yang memiliki pasangan, apakah suami atau istri, marilah kita saling memaafkan sehingga ketika kita akan menghadapi ramadhan ini di rumah tangga kita sudah terjadi kesucian, seluruh hal yang mengganjal antara suami istri di sudahi, seluruh yang telah berlalu biarkanlah berlalu dan kita memasuki masa depan yang lebih baik demi kebaikan rumah tangga kita masing-masing.
  3. Marilah kita berkirim SMS ria kepada saudara kita sesama muslim, untuk sekedar meminta dan memberikan maaf kepada handai tolan, sanak saudara kita, baik yang ada dekat kita maupun yang jauh dari kita.
Mudah-mudahan kita memasuki Ramadhan tahun ini berada dalam kesucian dalan hubungan sesama manusia, dan mudah-mudahan kita mendapatkan ampunan Allah Swt, sehingga kita pada akhir ramadhan nanti bagaikan bayi yang baru di lahirkan ke dunia ini.

Ketika kita sudah menjadi orang yang bersih dan suci, maka kita akan mudah menerima kebenaran, dan kita akan mudah diajak untuk berjuang menegakkan Islam dan menerapkan Islam di seluruh lini kehidupan ini.

Amin.

Rabu, 11 Juli 2012

Keberanian Seorang MURSI (Sebuah Harapan)


Kalau kita melihat berita yang hangat pagi ini, adalah keberanian seorang MURSI untuk mengaktifkan kembali Parlemen setelah di bubarkan oleh pihak Militer Mesir se bulan yang lalu dengan mengeluarkan sebuah DEKRIT supaya Parlemen Mesir bekerja kembali, bahkan dalam sebuah berita di katakan bahwa MURSI siap menghadapi jika seandainya Meliter Mesir menodongkan "Bedil" kepadanya.

Yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah, bagaimana bisa seorang MURSI begitu berani berhadapan dengan Meliter....?
Ataukah ini berkaitan dengan Undangan Barak Obama ke Amerika....? Artinya MURSI di jamin oleh Amerika.... ?? Sehingga berani berhadapan dengan meliternya sendiri....?
Memang banyak kemungkinan yang bisa terjadi dalam berbagai persoalan tersebut.

Yang menjadi aneh bagi saya adalah, ketika MURSI di tanya tentang Penerapan Syariat Islam, kok tidak berani secara terus terang untuk menerapkan hukum Islam, pada hal semua orang tahu bahwa MURSI adalah seorang yang Hafizh Quran...?? Apakah seorang MURSI tidak memahami apa yang dia Hafal....?
Ataukah ada agenda terselubung dalam persoalan ini....??

Kita sebenarnya berharap, bahwa apa yang dilakukan MURSI saat ini dengan gagah berani siap berseberangan dengan Meliter untuk mmengaktifkan Parlemen dengan menjunjung tinggi DEMOKRASI, juga akan demikian adanya KETIKA DIA DI TANYA UNTUK PENERAPAN SYARIAT ISLAM.

SUNGGUH BESAR HARAPAN UMAT SAAT INI, KETIKA AKTIVIS ISLAM SAMPAI PADA KEKUASAAN TERTINGGI DI SUATU NEGARA, MAKA KEKUASAAN ISLAM AKAN IKUT SERTA. SEHINGGA SEORANG MURSI AKAN DI KENAL DALAM SEJARAH SEBAGAI ORANG YANG BERANI DAN PEWUJUD BISYARAH RASULULLAH DENGAN TEGAKNYA SYARIAH DAN KHILAFAH DI DUNIA ISLAM.

Mudah-mudahan......

KASUS KAYU



Beberapa hari ini di sebuah Dinas yang mengurusi kehutanan terjadi kesibukan, karena adanya kayu yang tertangkap.  Kayu di dapat di jalan sebagai hasil operasi pengamanan hutan.  Akan tetapi yang sangat di sayangkan adalah mobil dan kayunya tertangkap tapi sopir dan kenek mobil tersebut melarikan diri.  Inilah yang menimbulkan masalah baru.

Setelah saya berbincang-bincang dengan beberapa teman di kantor tersebut, maka mereka mengatakan bahwa menangkap itu urusan mudah, akan tetapi melanjutkan urusan tersebut menjadi sulit dan membutuhkan waktu yang lama dan memutuhkan keseriusan, apalagi kita akan berhadapan dengan aparan yang menjadi backing dari pemiliki kayu tersebut, apalagi kalau yang punya kayu tersebut adalah aparat penegak hukum, maka urusannya menjadi runyam.

Dalam melanjutkan sebuah kasus dibutuhkan beberapa hal :
1. Pada dinas yang bersangkutan harus memiliki yang namanya PPNS
2. Untuk melanjutkan kasus tersebut, harus tersedia dana yang mencukupi
3. Harus ada kerjasama dan perjajian dengan aparat penegak hukum, bahwa masalah ini akan diselesaikan.

Yang jadi persoalan kadang kala adalah, di sebuah instansi yang mengurushi kehutanan tidak memiliki PPNS untuk melakukan penyidikan, maka kasus penyidikan tersebut akan di limpahkan kepada aparat penegak hukum.  Dan dalam pelaksanaannya menjadi sulit, karena kayu yang akan di limpahkan tersebut adalah punya aparat. sehingga keluar istilah jeruk makan jeruk, tentu urusan tersebut sangat sulit.

Apa yang sering terjadi setelah itu, kasus itu hilang di dalam perjalanan, orang yang mengurusi kehutanan malas untuk menanyakan ke aparat sementara aparat tidak juga memberikann laporan kepada orang yang menyerahkan kasus tersebut kepadanya.  SEHINGGA SERING KITA MELIHAT KASUS-KASUS TERSEBUT HILANG DI PERJALANAN.



Selasa, 10 Juli 2012

INDONESIA NEGARA "HEBAT" ??

Oleh : Ir. Jamal Husni, MM

Kalau kita mencermati berita beberapa hari terakhir ini, ramai orang membicarakan bahwa Indonesia akan memberikan pinjaman sebasar 1 Milyar US Dollar kepada IMF untuk membantu IMF dari kebangkrutannya.  Aktivitas ini sangat meresahkan masyarakat, dan dapat berakibat menurunnya kepercayaan masyarakat kepada pemimpinnnya hari ini.

Rakyat bertanya-tanya, kenapa negara kita ini yang memiliki hutang sangat besar mendekati 200 Milyar US Dollar akan memberikan hutang kepada IMF....?
Kok Aneh....?
Hutang kita saja sangat banyak, kita nyaris tidak mampu membayar hutang, kok sekarang bisa-bisanya kita memberikan hutang kepada sebuah lembaga yang telah "menghancurkan Indonesia" ?

Apakah kita bangsa yang sangat mudah melupakan sejarah, bagaimana Mr. Camdesisius yang pada waktu itu menjadi Direktur IMF, mendiktekan berbagai kebijakan kepada negara kita dengan menguncurkan uang...?  Negara kita didikte dengan berbagai persoalan, yang sampai saat ini persoalan yang ditinggalkan IMF untuk kita masih berlanjut...?

Ide liberalisasi, seperti Liberalisasi Migas, Liberalisasi Pendidikan dan lainnya, mencabut subsidi untuk rakyat merupakan ide yang dikeluarkan oleh IMF...?  Tapi kenapa kita pada hari ini, yang telah dirusak oleh IMF, akan membantu orang yang telah merusak kita...??

Ataukah kita terlalu bodoh atau terlalu hebat....?
Kita mengorbankan rakyat kita demi membantu orang lain....?
Ataukah memang kita sekarang ini sudah kelebihan uang...?


Kalau seandainya kita sudah kelebihan uang, kenapa kita tidak membayar hutang luar negeri kita...?  Sebab kalau kita sudah tidak punya hutang luar negeri, maka seluruh negara lain tidak akan mampu mendikte kita, kita akan bisa tegak berdiri dengan menepuk dada di hadapan negara-negara lain yang ada di belahan dunia yang lain.


Akan tetapi kita tidak melakukan itu, dan membiarkan cadangan devisa kita mengendap yang tidak ada artinya bagai rakyat Indonesia..?


Kita sebagai umat harus sadar, bahwa apa yang dilakukan saat ini merupakan tindakan kezhaliman dan khianat kepada rakyat, dan ini menunjukkan kepada kita bersama, siapa tuan dari penguasa negara Indonesia saat ini.


MEREKA LEBIH MEMENTINGKAN TUANNYA DARI PADA MEMENTINGKAN RAKYATNYA

Mendownload Buku

Oleh : Ir. Jamal Husni, MM

Hari ini aku lalui dengan aktivitas duduk-duduk di kantor, kemudian coba-coba buka face book, dan memberikan sedikit komentar, setelah capek pergi ke warung minum teh manis, pelepas dahaga dan pelepas lelah yang tidak karuan.

Aku hidupkan kembali laptopku, kemudian aku berpikir apa yang harus aku kerjakan, ternyata aku coba mendownload beberapa video dari youtube yang di keluarkan oleh HTI seperti video loqa syawal ataupun video konfrensi tokoh umat.

Kemudian aku ingat, apa lagi yang harus aku kerjakan, dan aku mencoba mendownload beberapa buku yang ada di internet, dan hasilnya aku mendapatkan beberapa buku seperti buku-buku tentang bulan ramadhan, karena memang sebentar lagi kita akan memasuki bulan ramadhan, aku juga mnedownload beberapa buku yang dianggap bermanfaat dan berguna untuk pengembangan ilmu pengetahuanku.

Bagi kita yang bisa akses internet, pergunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya untuk mendownload buku-buku yang banyak bertebaran di internet, sehingga pengetahuan kita bertambah dan kita juga dapat mengetahui seperti apa pemikiran orang yang menulis buku tersebut, dan syukur-syukur kita juga bisa menjadi penulis buku nantinya.

Jumat, 06 Juli 2012

Khutbah Jumat

UMAT TERBAIK


Hari ini Jumat tanggal 6 Juli 2012, aku mengisi khutbah Jumat di Mesjid Padang Ambacang Kecamatan Situjuh Kabupaten Lima Puluh Kota.

Materi yang disampaikan adalah tentang Khairu Ummah, sesuai dengan pesan Al-Quran Surat Ali Imran ayat 110.  Allah swtb berfirman :
Kalian adalah sebaik-baiknya umat yang dilahirkan ke tengah-tengah manusia, mengajak kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar serta beriman kepada Allah.

Saya tadi juga menyampaikan bahwa, Allah Swt memberi tahu kepada kita bahwa kita adalah umat yang terbaik, akan tetapi kenyataan yang kita lihat hari ini, ternyata kita bukan umat yang terbaik tapi umat yang terbelakang.

Saya juga menyampaikan beberapa fakta tentang kondisi negeri kita yaitu :

  1. Negeri yang hutang sangat besar bahkan sudah mendekati 2.000 T
  2. Negeri dengan tingkat korupsi sangat mengkhawatirkan
  3. Negeri dengan tingkat porbografinya nomor 2 di dunia
  4. negeri yang tingkat ekspor pembantu rumah tangganya paling besar di dunia.
Hal ini tentu sangat ironis, disatu sisi Allah mengatakan kepada kita bahwa kita adalah umat terbaik, akan tetapi dari kenyataan yang ada di lapangan, ternyata sudah bertolak belakang.  Ada apa ini, apa sesungguhnya yang sudah terjadi....?

Allah mengatakan bahwa umat terbaik itu adalah umat yang senantiasa melaksanakan Amar ma'ruf dan nahi munkar dan orang yang beriman kepada Allah Swt.

Jadi melihat sarat yang disampaikan oleh Allah bahwa umat terbaik itu adalah orang yang melaksanakan amar ma'ruf dan nahi munkar, ternyata hari ini umat yang sudah terjangkit penyakit liberalisme, mereka sudah tidak mau tahu dengan keadaan saudaranya, seperti anaknya, keponakannya, bahkan kariv kerabatnya, sehingga kemunkaran menjadi merajalela.

Umat saat ini banyak beranggapan bahwa mereka ingin masuk syurga sendirian, pada hal Rasul menginginkan kita masuk surga secara berbondong-bondong dan beramai-ramai.  Oleh karena itu untuk menjadi umat terbaik kita harus melaksanakan amar ma'ruf dan nahi munkar.  Kegiatan tersebut dapat dilakasanakan dalam beberapa level :
1. Level individu
2. Level masyarakat dan
3. Level Negara

Jadi ketika semua umat Islam telah melaksanakan amar ma'ruf dan nahi munkar di semua level tersebut, maka KITA AKAN KEMBALI MENJADI UMAT TERBAIK


Selasa, 03 Juli 2012

Rapat koordinasi di Dinas Kehutanan dan Pertambangan

Saya baru saja pindah ke Kabupaten 50 Kota, dan hari ini saya diajak ikut serta dalam briefing atau rapat koordinasi para pejabat di Dinas Kehutanan dan Pertambangan Kabupaten 50 Kota, Dari rapat yang saya ikuti, dapat diambil beberapa pelajaran : 1. Ternyata rapat koordinasi seperti ini harus sering dilakukan, sehingga seluruh aktivitas yang dilaksanakan oleh Dinas dapat dijalankan dengan baik. 2. Dengan adanya rapat seperti ini seluruh unsur yang ada di dalam Dinas akan mengetahui kegiatan apa saja yang akan, sedang dan telah di lakukan oleh Dinas secara keseluruhan 3. Dalam rapat ini juga dapat di ketahui apa kendala dalam melaksanakan kegiatan, dan setiap orang bisa memberikan masukan. Mungkin orang tersebut bukan merupakan pelaksana kegiatan, akan tetapi orang lain dapat melihat dari sisi lain pelaksanaan kegiatan yang mungkin saja tidak terlihat oleh pelaksana kegiatan tersebut. 4. Kita akan mengetahui apa informasi baru 5. Kita juga akan mengetahui kekurangan kita, sehingga kita dapat memperbaiki di masa yang akan datang 6. Hal yang paling menarik saya lihat adalah perintah Kepala Dinas yang meminta seluruh pejabat memiliki agenda surat, yang mungkin tidak saya lihat di tempat saya bekerja dulu. 7. Dalam satu prinsip manajemen di ajarkan kepada kita bahwa : KERJAKAN APA YANG ANDA TULIS DAN TULIS APA YANG ANDA KERJAKAN. 8. Prinsip-prinsip pengendalian akan dapat dilakukan dengan baik, sehingga seluruh target yang telah di rencanakan akan dapat di capai dengan baik.

Sabtu, 24 Maret 2012

Habbits

Oleh : Ir. Jamal Husni, MM
Pepatah Minang pernah mengatakan : Ketek Taraja-raja, Gadang Tabawo-bawo, Lah Tuo Tarubah Tido. Itulah Habbits yaitu suatu aktivitas yang sudah mendarah daging di dalam tubuh kita seperti arti pepatah di atas mengatakan Ketika Kecil kita sering tanpa sengaja meniru suatu aktivitas, ketika sudah besar kita ikut-ikutan suatu aktivitas dan ketika sudah Tua kita tidak bisa merubah kebiasaan kita.
Kalau kita menyimak apa yang di katakan dalam pepatah tersebut, dan supaya kita mendapatkan habbits yang baik, maka sedari kecil kita sudah mencotoh suatu aktivitas yang baik dan itu senantiasa kita lakukan sehingga aktivitas itu menjadi ciri khas kita. Kalau kata Felix. Y. Siau dalam bukunya di katakana bahwa yang membentuk habbit itu adalah Latihan dan pengulangan. Artinya kalau kita melatih diri kita dengan sesuatu yang baik dan kita melakukan pengulangan aktivitas yang baik tersebut, maka kita hampir bisa dipastikan menjadi orang yang baik.
Bagaimana kita mengendalikan habbit yang buruk ?
Kalau kita melihat kemunkaran di tengah masyarakat, maka kemunkaran tersebut harus segera di pangkas atau diamputasi, kalau tidak maka kemunkaran tersebut akan cepat menggurita di tengah masyarakat kita.
Kemunkaran tersebut ibarat hama pada tanaman, sebagai contoh hama tikus pada sebidang sawah. Ketika kita bangun di pagi hari dan pergi ke sawah, dan kita melihat ada sedikit dari padi sawah kita menguning sebagai tanda hama tikus mulai makan padi tanaman kita. Apa tindakan yang seharusnya kita ambil ? tindakan yang paling bijak adalah kita ambil sabit dan potong seikit padi sudah menguning tersebut dan biarkan tunas baru yang tumbuh untuk kelanjutan kehidupannya, maka jika kita lakukan hal yang demikian, maka secara otomatis hama tikus yang menyerang padi kita tadi akan berhenti dan tidak melanjutkan pengrusakan tanaman kita lagi.
Coba anda bayangkan kalau sendainya kita tidak melakukan hal yang demikian ? apa yang akan terjadi ? Atau kita berfikir, kan baru sedikit yang dimakannya, tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap hasil panen saya ? Maka apa yang akan anda dapatkan esok hari ? Tanaman padi anda akan semakin rusak, bahkan anda tidak akan mendapatkan hasil panen sama sekali.
Begitulah kemunkaran di tengah masyarakat kita, ketika kita berfikir bahwa hal tersebut baru dilakukan oleh satu atau dua orang yang tidak akan berpengaruh kepada masyarakat kita, maka apa yang akan anda lihat ? Kemunkaran tersebut akan menjadi biasa di tengah masyarakat dan bahkan kita tidak akan mampu merubahnya dengan sederhana, akan tetapi kita harus melakukan energi yang cukup besar, dan kadang kala kita tidak mampu melakukan perubahan apa yang telah menggurita tersebut. Memperbaiki sesuatu yang rusak tidak akan secepat merusak sesuatu yang baik.
Pengalaman saya ketika waktu kecil dahulu di kampung halaman, sangat tabu bahkan sangan janggal melihat seorang laki-laki berjalan dengan seorang perempuan, atau seorang laki-laki datang ke rumah seorang perempuan, atau laki-laki mojok dengan perempuan. Kalau itu terjadi, maka masyarakat akan segera turun tangan membubarkan aktivitas mereka, bahkan tidak segan-segan menghajar laki-laki yang berjalan, yang apel dan yang mojok dengan perempuan tersebut.
Ketika terjadi satu atau dua orang melakukan hal tersebut, dan kemudiansebagian orang mulai berfikir, bahwa hal tersebut tidak masalah, maka kenyataan apa yang kita lihat saat ini ? laki-laki dan perempuan berjalan bersama bahkan berpegangan tangan menjadi hal yang biasa, laki-laki datang ke rumah seorang perempuan juga menjadi hal yang biasa, bahkan laki-laki asing datang ke rumah seorang perempuan dan menginap di sana juga menjadi hal yang biasa, akibat lanjutannya apa yang dapat kita lihat, ada yang kawin sebelum menikah. Orang minang mengatakan Dahulu Bajak dari pada jawi.
Bagaimana kita melakukan perubahan yang demikian? Tentu sudah sangat sulit, karena sesuatu yang munkar sudah menjadi sesuatu yang biasa. Dan sesuatu yang baik menjadi tidak biasa, sehingga ketika ada orang menikah tanpa melalui proses berduaan menjadi sesuatu yang aneh. Itulah kondisi masyarakat kita saat ini. Sesuatu yang salah dianggap benar dan sesuatu yang benar di anggap salah.

Selasa, 28 Februari 2012

Koordinasasi Pengamanan Hutan

http://1.bp.blogspot.com/-u03QhUK2Cj4/Tk9q3NvrxCI/AAAAAAAAACY/rMbRL-kOTe8/s320/jamal.jpg
Oleh : Ir. Jamal Husni, MM

Pada hari ini Selasa tanggal 28 Pebruari 2012 diadakan rapat koordinasi pengamanan hutan di Dinas Kehutanan Propinsi Sumnatera Barat. Rapat dihadiri oleh pejabat yang menangani pengamanan/perlindungan hutan seluruh kabupaten/kota se Sumatera Barat.
Pada rapat tersebut di tekankan pentingnya pengamanan dan perlindungan hutan, demi terjaga kelestarian hutan untuk diwariskan kepada anak cucu kita pada masa yang akan datang.
Kepala Dinas Kehutanan Sumatera Barat Ir. Hendri Oktavia mengingatkan kepada seluruh peserta Rapat :
1. bahwa tugas pengamanan hutan adalah untuk kawasan hutan yang ada di Propinsi Sumatera Barat, dan beliau juga mengingatkan supaya rimbawan jangan sampai terkotak-kota dengan adanya otonomi daerah saat ini. Walaupun secara hirarki tidak ada hubungan antara polisi kehutanan yang ada di Kabupaten dengan yang ada di Propinsi, namun beliau mengingatkan bahwa kita tetap satu demi terjaganya kelestarian hutan.
2. Kita harus menyadari bahwa polisi kehutanan kita saat ini sudah tidak efektif melakukan pengawasan dan perlindungan hutan disebabkan jumlah mereka semakin sedikit dan kondisi umur mereka sudah tidak memungkinkan untuk pergi ke lapangan. Sehingga dalam kurun 5 sampai 10 tahun yang akan datang mungkin seluruh polisi kehutanan di Sumatera Barat sudah tidak ada lagi. Oleh karena itu perlu dipikirkan di masing-masing daerah untuk melakukan pengangkatan polisi kehutanan.
3. Dalam pengamanan dan pengawasan kehutanan ini kita harus melibatkan aparat hukum yang lain dalam rangka menutupi kekurangan yang kita miliki.
4. Kawasan hutan kita harus habis dibagi dalam pengelolaannya sehingga tidak ada sejengkalpun kawasan hutan yang tidak diurusi.

Menanggapi apa yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Barat di atas, memang benar bahwa dalam pengawasan kehutanan ini tidak boleh ada rasa hebat dan rasa tidak punya kepentingan dalam pengawasan hutan atau rasa lebih tinggi atau lebih rendah dalam pengawasan hutan ini, Karena kawasan hutan yang harus dilindungi tersebut memang terletak lintas kabupaten bahkan lintas propinsi, oleh karena itu harus ada kearifan dari seluruh pihak untuk mengamankan kawasan hutan yang kita miliki. Apalagi saat ini kondisi kawasan hutan di Sumatera Barat sebagian besar sudah dimasuki oleh masyarakat. Bahkan ketika kita memasuki kawasan hutan tersebut, kita tidak merasa berada dalam kawasan hutan, bahkan merasa ada diperkampungan yang ramai, kondisi seperti ini juga harus dipecahkan oleh seluruh aparat kehutanan.

Dalam pengangkatan polisi kehutanan, maka masing-masing pemerintah daerah juga harus berfikir lebih keras sehingga ketersediaan polisi Kehutanan cukup memadai dalam melindungi dan mengawasi kawasan hutan yang ada di Sumatera Barat. Sebagai contoh Jumlah Polisi Kehutanan yang ada di Kabupaten Tanah Datar saat ini adalah berjunmlah 7 Orang, 5 Orang diantaranya sudah berumur di atas 50 tahun, mungkin dalam waktu 5 tahun ini jumlah polisi kehutanan tinggal 1 atau 2 orang.

Dalam hal perlindungan kawasan hutan memang harus melibatkan pihak terkait, karena memang yang melakukan perusakan hutan itu, pasti di latar belakangi oleh orang yang mengerti kehutanan, orang yang mengerti hukum.
Kita tidak menutup mata, rusaknya kawasan hutan yang ada di seluruh wilayah Indonesia ini, sedikit atau banyak pasti ada akibat oknum rimbawan yang memanfaatkan jabatan dan wewenangnya dalam mengurusi hutan. Saat ini kita lihat siapa yang melakukan aktivitas peredaran kayu yang tidak lengkap administrasinya ? Tentulah mereka adalah orang yang mengerti kehutanan dan hukum apakah itu mereka orang kehutanan/polhut, atau mereka aparat kepolisian atau mereka adalah aparat TNI. Kalaulah tidak mereka, ada masyarakat yang mesti mereka di dalangi oleh salah satu aparat tersebut.

Memang benar dalam menjaga dan melestarikan kawasan hutan ini, maka seluruh kawasan hutan harus di bagi habis pengelolaannya, sehingga jelas siapa yang bertanggung jawab dalam pengelolaan suatu kawasan. Ide pembentukan KPH di seluruh wilayah Indonesia ini, memang suatu ide yang layak di lakukan, dimana seluruh wilayah ada penanggung jawabnya dan jelas tanggung jawabnya. Akan tetapi dengan adanya otonomi daerah saat ini, sedikit atau banyak berpengaruh dalam penerapan ide KPH ini, dimana masyarakat sudah menganggap kawasan hutan yang selama ini di jaga dan dipelihara oleh aparat Kehutanan sudah dimasuki oleh masyarakat dan di klaim itu milik mereka. Proses menarik balik apa yang sudah mereka ambil pada saat ini tentu sangat sulit, hal ini disebabkan karena hampir seluruh kawasan hutan sudah di Okupasi.
Apa yang sebaiknya kita lakukan...........................????

Minggu, 26 Februari 2012

BBM Naik Lagi

Beberapa minggu ke depan kita akan menyaksikan akan terjadi pergolakan besar di negeri kita yang tercinta ini, yaitu gelombang penolakan besar-besaran akan kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak.
Sebagaimana kita ketahui Presiden SBY mengatakan : "Mau tidak mau BBM pasti akan di naikkan, soal berapanya, masih sedang dihitung". Kalau kita mendengar pernyataan menteri ESDM : "Rakyat kita sudah biasa dengan harga BBM Tinggi". Pernyataan-pernyataan yang dilakukan pemerintah ini menunjukkan bagaimana mereka tidak peka terhadap kondisi masyarakatnya sendiri yang mungkin tidak pernah mereka rasakan. Sebab mereka sudah terbiasa dengan hidup enak dan mewah, sehingga mereka berpikiran bahwa masyarakat yang ada di negeri ini sudah seperti mereka.
Kalau kebijakan kenaikan BBM ini diamini oleh Anggota Dewan yang terhormat, maka mereka adalah orang-orang yang tidak tahu malu dan tidak mengerti dari mana mereka berasal. Mereka tidak peka lagi dan tidak ingat lagi dengan selogan mereka yaitu membela wong cilik. Yang ada sekarang adalah mereka membela kepentingan asing.
Apakah mereka hanya wakil rakyat dalam urusan kesenangan...? Kemewahan....? Kesejahteraan....? Kenikmatan duniawi......? Tapi mereka tidak mau menjadi wakil dalam urusan kesulitan....? Kesusahan hidup.....? Kemiskinan....? dan lain sebagainya.
Jika kenyataannya memang demikian, maka mereka layak disebut sebagai pengkhianat...!!!!
Coba anda tanya kepada penduduk negeri ini, siapa diantara mereka yang setuju BBM dinaikkan....?
Yang mereka inginkan saat ini adalah bagaimana penguasa negeri ini mengurus negara ini dengan benar dan mengembalikan hak rakyat kepada rakyat terutama seluruh hasil tambang dinegara ini harus dikembalikan kepada rakyat, bukan diserahkan kepada para penjajah, dimana sebagian pejabatnya menikmati segelintir dari keuntungannya dan mereka sudah merasa cukup, bila dibandingkan kekayaan itu diserahkan untuk mensejahterakan rakyatnya.