Selasa, 29 Juni 2010

Memberi Pertolongan

Oleh : Ir. Jamal Husni, MM

Pada hari senin tanggal 28 Juni 2010 saya dengan keluarga (istri dan anak-anak) pulang kampung ke Bukittinggi dari Batusangkar. Kami berangkat sekitar jam 17.30 WIB. dalam perjalanan pulang ketika sampai di Perbatasan kota Padang Panjang kami melihat ada keramaian, ternyata baru saja terjadi kecelakaan. Banyak orang melihat korban kecelakaan tersebut tanpa ada yang mengambil inisiatif untuk melakukan pertolongan. Mungkin kecelakaan tersebut sudah berjalan lebih kurang 10 menit, korban masih tergeletak di pinggir jalan raya.
Ketika kami melewati kejadian tersebut, ada orang yang menyetop mobil kami dan minta tolong untuk mengantarkan korban kecelakaan tersebut ke rumah sakit. Sebenarnya mobil kami penuh dengan anak-anak, tapi demi memberikan pertolongan kepada korban kami sisihkan anak-anak supaya korban bisa masuk ke mobil, rencananya mereka akan memasukkan semua korban ke mobil saya tapi karena tidak muat, akhirnya saya hanya membawa satu korban tersebut ke rumah sakit, tanpa saya tahu siapa namanya dan orang mana. Alhamdulillah pada hari tersebut walalupun kami akan terlambat sampai ke Bukittinggi, kami dapat memberikan sesuatu yang terbaik bagi orang lain. Ya Allah semoga amal baik ini akan senantiasa dapat kami lakukan untuk masa-masa yang akan datang, karena memberikan pertolongan merupakan sesuatu yang mudah diucapkan oleh lidah akan tetapi sangat sulit di laksanakan dalam kehidupan.
Ternyata orang yang menyetop mobil saya pada waktu itu, tidak ada hubungan apa-apa dengan korban, dia kasihan melihat korban tergeletak tanpa ada yang menolong, sehingga dia berinisiatif untuk menyetop mobil manasaja untuk dapat memberikan pertolongan.
Kejadian seperti itu pernah juga saya alami, waktu itu sekitar tahun 2000, saya berangkat dari Bukittinggi menuju Batusangkar untuk bekerja. rencananya untuk mengikuti upacara bendera, apa di kata di tengah jalan di dekat kelok sikumbang saya terjatuh sendirian, tanpa ada orang di depan dan di belakang saya. beberapa saat setelah saya jatuh lewatlah sebuah mobil carry dan dia berhenti dan berkata ada apa pak? saya bilang saya terjatuh dan dia menolong saya, yang mana saya juga tidak tahu siapa yang menolong saya tersebut.
Dari hal tersebut saya mendapat pelajaran, bahwa ketika kita akan memberikan pertolongan jangan pernah melihat siapa yang akan kita tolong, yang penting ketika kita ada kesempatan untuk menolong, maka berikanlah pertolongan. Mudah-mudahan Allah memudahkan setiap langkah kita mengarungi kehidupan.

1 komentar:

IBU SARTIKA DI KALIMANTAN mengatakan...

Puji syukur saya panjatkan kepada Allah yang telah mempertemukan saya dengan Mbah Rawa Gumpala dan melalui bantun pesugihan putih beliau yang sebar 5M inilah yang saya gunakan untuk membuka usaha selama ini,makanya saya sengaja memposting pesang sinkat ini biar semua orang tau kalau Mbah Rawa Gumpala bisa membantuh kita mengenai masalah ekonomi dengan bantuan pesugihan putihnya yang tampa tumbal karna saya juga tampa sengaja menemukan postingan orang diinternet jadi saya lansun menhubungi beliau dan dengan senang hati beliau mau membantuh saya,,jadi bagi teman teman yang mempunyai keluhan jangan anda ragu untuk menghubungi beliau di no 085-316-106-111 rasa senang ini tidak bisa diunkapkan dengan kata kata makanya saya menulis pesan ini biar semua orang tau,ini sebuah kisa nyata dari saya dan tidak ada rekayasa sedikit pun yang saya tulis ini,sekali lagi terimah kasih banyak ya Mbah dan insya allah suatu hari nanti saya akan berkunjun ke kediaman Mbah untuk silaturahmi.Wassalam dari saya ibu Sartika dan untuk lebih lenkapnya silahkan buka blok Mbah disini đź’‹Pesugihan Putih Tanpa Tumbalđź’‹